Ilman KHU99

Selamat Datang :-)

contoh makalah "KETENTUAN TENTANG JUAL BELI dan RIBA"

KETENTUAN TENTANG JUAL BELI dan RIBA Nama Anggota : • • • • • • KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Makalah tentang “KETENTUAN TENTANG JUAL BELI dan RIBA” (Pendidikan Agama Islam ). Makalah ini berisi ringkasan materi tentang “KETENTUAN TENTANG JUAL BELI dan RIBA”. Dengan disusunnya makalah ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan dan keterampilan untuk menunjang rekan-rekan dalam melakukan kegiatan belajar mengajar serta menambah wawasan. Tulisan ini masih banyak kelemahan dan kekurangannya, Oleh sebab itu kritik dan saran yang membangun selalu di harapkan demi perbaikan penyusunan makalah ini di kemudian hari. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran dalam memperoleh informasi, dukungan, kritikan, dan saran, yang berharga dalam merealisasikan penyusunan makalah ini. Semoga amal baik dari semua pihak yang terlibat dalam pembuatan makalah ini mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT, Amin. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Sukabumi, 03 Desember 2012 Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ……………………………………………………………… ii DAFTAR ISI ………………………………………………………………………. iii BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah …………………………………………………. 4 B.Rumusan Masalah ………………………………………………………... 4 C.Tujuan Penulisan …………………………………………………………. 4 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Jual Beli ………………………………………………………. 5 B. Rukun Jual Beli …………………………………………………………… 6 C. Hukum Jual Beli ………………………………………………………….. 6 D. Jual Beli yang Sah Tetapi Terlarang …………………………………….... 6 E. Khiyar ……………………………………………………………………… 7 F. Pengertian Riba ……………………………………………………………. 7 G. Macam-Macam Riba ……………………………………………………… 8 H. Larangan Riba …………………………………………………………….. 9 I. Dalil ……………………………………………………………………….. 10 J. Pertanyaan ………………………………………………………………… 12 BAB III PENUTUP A.Kesimpulan ……………………………………………………………….. 13 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………… 14 BAB I PENDAHULUAN A. latar belakang Allah SWT telah menjadikan manusia masing-masing saling membutuhkan satu sama lain, supaya mereka saling tolong menolong, tukar menukar keeperluan dalam segala urusan kepentingan hidup masing-masing, baik dengan jalan jual-beli, sewa-menyewa, bercocok tanam, atau perusahaan dan lain-lain. Dalam aktivitas sehari-hari, kita banyak melakukan banyak aktivitas muamalah yang terkadang jarang kita perhatikan kesyar’iannya lantaran sudah menjadi kebiasaan umum di tengah-tengah masyarakat. Ketika kebiasaan itu memang di benarkan oleh syara’ maka tidak akan menjadi masalah. Beda halnya ketika kebiasaan tersebut bertentangan dengan syara’ tapi karena di kenal umum di tengah-tengah masyarakat sehingga di anggap tidak melanggar syara’. Contohnya saja mengenai praktik riba yang sedang marak menjangkiti masyarakat di tengah-tengah kondisi ekonomi yang sulit. Dalam hal ini riba di anggap hal yang biasa dan bahkan ada yang menghalalkannya karena aktivitasnya mirip dengan jual beli. Sekalipun ada ayat yang menjelaskan tentang perbedaan keduanya. Fakta ini membutuhkan pengkajian kembali kaitannya dengan muamalah yang ada di tengah-tengah masyarakat kita sehingga kita dapat meluruskan praktik-praktik yang salah dalam muamalah kita. Khususnya mengenai jual beli karena setiap kita tidak ada yang terlepas dari jual-beli. Ini merupakan aktivitas yang lazim kita lakukan. Hal ini sangat penting karena teraturnya muamalah, maka penghidupan manusia jadi terjamin pula dengan sebaik-baiknya sehingga pembantahan dan dendam-mendendam tidak akan terjadi. B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah 1. Bagaimana islam memandang jual beli? 2. Apakah semua jual beli dibolehklan dalam islam?. C. Tujuan Adapun tujuan yang di harapkan dari makalah ini yaitu: 1. Sebagai referensi dalam bermuamalah khususnya dalam berjual-beli agar sesuai dengan syari’at islam . 2. Sebagai pemacu untuk memperbaiki muamalah di tengah-tengah masyarakat BAB II PEMBAHASAN KETENTUAN TENTANG JUAL BELI dan RIBA ________________________________________ A. Jual Beli Dalam Islam ________________________________________ 1. Pengertian Jual Beli Jual beli menurut bahasa adalah tukar-menukar suatu benda dengan benda yang lain. Adapun dalam istilah, jual beli adalh menukar suatu benda dengan suatu yang lain yang dilakukan oleh dua orang atau dengan akad tertentu berdasatkan rasa suka sama suka dalam satu majelis atau tempat dalam waktu yang sama. Hukum asal jual beli dalah mubah (boleh). Firman Allah Swt: Artinya : “…. Padahal telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba ...”(Q.S. Al Baqarah [2]: 275) Selain itu dalam surat lain, Allah berfirman : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil(tidak benar), kecuali dalam perdaganagan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu …” (Q.S. An Nisa [4]: 29) 2. Rukun Jual Beli a. Rukun jual beli ada tiga macam, yaitu: 1. Berakal sehat, orang gila tidak sah melakukan jual beli. 2. Suka sama suka, tidak ada salah satu pihak atau keduanya yang terpaksa melakukan ` jual beli. 3. Baligh. b. Harus ada barang yang dibeli dan harga (uang), syaratnya: 1. Suci, bukan barang haram atu najis. 2. Ada manfaatnya. 3. Dapat dikuasai. 4. Milik si penjual atau yang dikuasainya. Diketahui oleh penjual dan pembeli, bentuk, ukuran maupun sifat-sifatnya. c. Harus ada akad dan ikrar Ikrar jual beli terdiri atas ijab dan Kabul. Ijab pernyataan dari penjual dengan menyerahkan barang kepada si pembeli. Adapun Kabul pernyataan dari si pembeli untuk menerima barang dari si penjual dengan menyerahkan uang sebgai tukarannya. 3. Hukum Jual Beli Hukum jual beli dalam islam terbagi menjadi empat, yaitu: a. Mubah (boleh), hokum sala jual beli. b. Wajib, seperti wali menjual harta anak yatim apabila terpaksa untuk keperluan anak yatim tersebut. c. Haram, seperti jual beli sah, tetapi terlarang, misalnya jual beli narkoba dan minuman keras. d. Sunah, seperti jual beli kepada sahabat yang membutuhkan. 4. Jual Beli yang Sah tetapi Terlarang Ada beberapa jual beli yang termasuk kategori jual beli yang sah, tetapi terlarang, diantaranya: a. Membeli barang dengan harga yang lebih mahal dari pada harga pasar, padahal ia tidak membutuhkan barang tersebut, tujuannya semata-mata agar orang lain tidak dapat membeli barang tersebut. b. Membeli barang yang sudah dibeli oleh orang lain yang masih dalam masa khiyar. c. Membeli barang sebelum mereka sampai ke pasar, belum mengetahui harga pasar. d. Membeli barang untuk ditahan agar dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi. e. Menjual barang yang berguna, tetapi kemudian dijadikan alat maksiat. 5. Khiyar Khiyar ada tiga macam, yaitu: a. Khiyar Majelis Penjual dan pembeli boleh memilih antara meneruskan atau menagguhkan jual beli selama kedua masih dalam satu majelis (tetapi berada di yempat jual beli). b. Khiyar Syarat Khiyar ini dijadikan syarat sewaktu akad oleh keduanya, masa khiyar syarat paling lama tiga hari. Sabda Rasulullah saw: Artinya: ”Engkau boleh khiyar pada segala barang yang telah engkau beli selama tiga hari tiga malam.” (H.R. Baihaqi Ibnu Majah) c. Khiyar ‘aibi (cacat) Pembeli boleh mengembalikan barang yang dibelinya apabila barang itu terdapat suatu cacat yang mengurangi kualitas atau mengurangi harganya. B. Riba ________________________________________ 1. Pengertian Riba Menurut bahasa, riba artinya tambahan atau keleabihan. Menurut Istilah, riba adalah kelebihan pembyaran atau tmbahan tanpa ganti rugi atau imbalan yang ditentukan di awal transaksi. Riba hukumnya haram. Firman ALLAH SWT: Artinya: “.. Padahal ALLAH telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (Q.S. Al Baqarah [2]: 275) Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kepada ALLAH agar kamu beruntung.” (Q.S. Ali Imran [3]: 130) Sabda Rasulullah saw: Artinya: “Dari Jabir, Rasulullah saw. Melaknat orang-orang yang memakan riba, yang mewakilinya, penulisannya, dan kedua saksinya dan Rasulullah bersabda mereka semua sama.” (H.R. Muslim) 2. Macam-Macam Riba Macam-macam riba dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu: a. Riba Fadli, yaitu riba yang disebabkan karena adanya tukar-menukar yang sejenis, tetapi tidak sama ukurannya. Contohnya: seekor kambing yang kecil ditukar dengan seelor kambing yang besar. b. Riba Qardi, yaitu riba yang disebabkan karena adanya utang piutang atau pinjam meminjam dengan syarat menarik bunga dari orang yang berhutang/meminjam. Contohnya: meminjam uang Rp. 100.000,00 diharuskan mengembalikan Rp. 125.000,00. c. Riba Nasi’ah, yaitu riba yang disebabkan adnya penangguhan pembayaran terhadap waktu yang telah ditetukan. Contohnya: Rohmat meminjam uang Rp. 100.000,00 pada Ali dengan kesanggupan akan mengembalikan daua bulan dan ternyata setelah dua bulan, Rohmat belum dapat mengembalikan. Sebagai pengganti atas penundaan itu Rohmat diharuskan mebayar tambahan Rp. 10.000,00. d. Riba Yad, yaitu riba dengan sebab berpisah dari tempat transaksi jual beli sebelum serah terima antara penjual dan pembeli. Contohnya: Seseorang membeli satu kuintal beras, setelah dibayar, penjual langsung pergi meninggalkan tempat jual beli, padahal barangnya belum ditimbang , setelah ditimbang ternyata kurang dari satu kuintal. 3. Larangan Riba Hal-hal yang menyebabkan riba dilarang adalah sebagai berikut: a. Diharamkan dalam Alquran maupun Hadist. b. Dapat menimnbulkan terjadinya “pemerasan” oleh orang kaya terhdap orang miskin. c. Meciptakan atau memepertajam perbadaan antara orang kaya dan orang miskin serta memperlebar jurang pemisah antara kaya dan miskin. d. Mendidik dan menumbuhkan sifat kikir serta malas bagi pemodal karena usahanya tidak pernah rugi. Dalil Disyari’atkannya Jual Beli Dalil Disyari’atkannya Jual Beli 1. Dalil Al Qur’an Allah berfirman dalam surat albaqarah ayat 275 yang berbunyi: وٲحل ١للّھ١لبيع وحرٌ م ١لرٌبٰو١ “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (Albaqarah:275) 2. Dalil Sunnah Nabi SAW pernah ditanya, profesi apakah yang paling baik? Maka beliau menjawab, bahwa profesi terbaik yang dikerjakan oleh manusia adalah segala pekerjaan yang dilakukan dengan kedua tangannya dan transaksi jual beli yang dilakukannya tanpa melanggar batasan-batasan syariat. Beliau SAW juga bersabda yang artinya: “Emas ditukar dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, kurma dengan kurma, garam dengan garam, sama beratnya dan langsung diserahterimakan. Apabila berlainan jenis, maka juallah sesuka kalian namun harus langsung diserahterimakan/secara kontan” (HR. Muslim: 2970) Berdasarkan hadits di atas, jual beli merupakan aktivitas yang disyariatkan. 3. Dalil Ijma’ Kebutuhan manusia untuk mengadakan transaksi jual beli sangat urgen, dengan transaksi jual beli seseorang mampu untuk memiliki barang orang lain yang diinginkan tanpa melanggar batasan syariat. Oleh karena itu, praktek jual beli yang dilakukan manusia semenjak masa Rasulullah SAW hingga saat ini menunjukkan bahwa umat telah sepakat akan disyariatkannya jual beli (Fiqhus Sunnah,3/46). 4. Dalil Qiyas Kebutuhan manusia menuntut adanya jual beli, karena seseorang sangat membutuhkan sesuatu yang dimiliki orang lain, baik itu berupa barang atau uang, dan hal itu dapat diperoleh setelah menyerahkan timbal balik berupa kompensasi. Dengan demikian, terkandung hikmah dalam pensyariatan jual beli bagi manusia, yaitu sebagai sarana demi tercapainya suatu keinginan yang diharapkan oleh manusia (Al Mulakhos Al Fiqhy, 2/8). C. Aturan jual beli Jual beli adalah menukar suatu barang dengan barang yang lain dengan cara yang tertentu (akad). وٲحل ١للّھ١لبيع وحرٌ م ١لرٌبٰو١ “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (Albaqarah:275) لاتٲكلو١١موالكم بينكم بالباطل١لاّ١ن تكون تجارةعن تراض منكم “Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan bathil kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu.”(An nisa:29). (Q.S. Al Baqarah [2]: 275) الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Q.S. Al Baqarah [2]: 275) BAB III PENUTUP Kesimpulan: 1. al ba’i ( jual beli) berarti pertukaran sesuatu dengan sesuatu. Secara istilah, menurt madzhab Hanafiyah, jual beli adalah pertukaran harta ( mal ) dengan harta dengan menggunakan cara tertentu. Pertukaran harta dengan harta di sisni, di artikan harta yang memiliki manfaat serta terdapat kecenderungan manusia untuk menggunakannya, cara tertentu yang dimaksud adalah sighatatau ungkapan ijab dsan qabul. 2. Tidak semua jual beli dibolehkan dalam islam. Ada beberapa aktivitas dari jual beli yang dilarang dalam islam seperti membeli buah yang masih di pohonnya, ikan yang masih di laut dan lain sebagainya yang semuanya dilihat dari sesuai atau tidaknya ia dengan rukun dan syarat jual beli. Jika sesuai di anggap sah,jika tidak sesuai di anggap tidak sah. DAFTAR PUSTAKA Djawaini, Dimyauddin.2007.Pengantar fiqih muamala.Yogyakarta Hamid, Syamsul Rizal.2011.Buku pintar Agama islam. www.google.com www.Yahoo.com
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Share It

Blogger news

Cari Blog Ini

Memuat...

Total Tayangan Laman